Soal Somasi Umar-Madeng, KPU Tak Gentar

Foto : Komisioner KPU dan Panwas saat menyampaikan hasil penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati beberapa waktu lalu

BONETERKINI.COM.WATAMPONE,-- Tim Pasangan Calon (paslon) Umar-Madeng kembali melayangkan surat Somasi ke KPUD Bone dan Panwaslu Kabupaten Bone karena adanya dugaan intimidasi yang dilakukan oleh pemerintah dan oknum penyelenggara pemilu.

Ketua Tim pemenangan Umar-madeng Muh. Naim menuturkan bahwa akan menarik semua LO nya karena merasa diintimidasi oleh pemerintah dan oknum penyelenggara pemilu.

"Saya sempat bersitegang dengan oknum kepala desa dan saya dipanggilkan massa, karena kepala desa ini melarang warganya yang mendukung Umar Madeng untuk ikut verifikasi faktual," kata Naim.
Selain itu Naim menambahkan selama masa proses faktual ditemukan sekitar 40 persen dukungan yang ganda, padahal kan ini sudah di verifikasi di KPU.

"tentu kami sangat merasa dirugikan dengan adanya hal ini, ini sudah mencederai demokrasi kita, kami akan boikot batalkan verfikasi dengan menarik LO kami, dan memboikot Pilkada di Bone" Tegasnya.


Ancaman yang disampaikan Tim Pemenangan pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Bone, dari jalur perseorangan dr. Rizalul Umar dan Andi Mappamadeng Dewang (Umar-Madeng) yang akan menggugat dan mensomasi KPU Bone, ditanggapi santai oleh pihak KPU.

Anggota komisioner KPU Bone, devisi hukum Isharul Haq, yang dikonfirmasi mengatakan mempersilakan pihak-pihak yang merasa tidak puas dengan proses pelaksanaan tahapan Pilkada tersebut untuk menempuh sesuai jalurnya.

"Silakan, Kami siap. Tentunya kan ada aturan dan mekanisme yang bisa dilalui sesuai dengan aturan yang berlaku, Kami ini bekerja berdasarkan aturan dan regulasi yang ada," katanya saat dihubungi, melalui ponselnya, Kamis, 15 Februari 2018.

Lebi lanjut dia mengungkapkan, bahwa tuduhan ketua Tim terkait proses verifikasi faktual yang merugikan paslon Umar-Madeng tidak benar adanya, apalagi saat ini proses verifikasi faktual tengah berjalan di tingkap PPK dan PPS.

Isharul Haq yang telah mengetahui kabar bahwa akan ada  aksi demo yang akan dilakukan oleh beberapa orang warga, di kantor KPU Bone, pada, Jumat, 16 Februari 2018, besok, Isharul enggan meladeni ancaman tersebut.

"Biarkan saja. Mereka tidak paham, seharusnya yang mengajukan keberatan itu, Tim yang di SK kan oleh paslon, nah yang ini kita tidak tahu siapa," tegasnya. (ANG)

www.boneterkini.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.