Professor Mabrur

BONETERKINI.COM - Sepekan sebelum pengukuhannya sebagai Professor, Puang Sugi (nama panggilan Andi Sugirman) menemuiku di Kedai 191. Kedai tempat saya jualan jalangkote dan kopi ini memang sering disinggahi puang Sugi untuk ngopi.

Dia tak sendiri. Dia bersama seorang sahabatnya, yang juga dosen IAIN Bone tempatnya mengabdi. Seperti biasanya, canda tawa dan cerita berbasis keilmuan terus mengalir. Cerita berbasis literasi. Karena hampir semua pembicaraan mendapat rujukan pendapat dari ahlinya.

Begitulah perawakan Puang Sugi. Sugi dalam Bahasa Bugis mengandung arti "Kaya". Entah siapa yang memulai nama panggilan ini. Mungkin saja kedua orang tuanya. Orang dekatnya, keluarga, sahabat atau teman sepermainannya saat kecil.

Panggilan akrab itu mengandung harapan, Kaya (memiliki kekayaan). Tentu bermakna sangat luas, entah bermakna Kaya secara harta, Kaya akan ilmu pengetahuan, perasaan dan yang lainnya. 

Kehadirannya membuat suasana menjadi hidup. Apalagi ketika prolognya diawali dengan kalimat, saya tidak panjang-lebar. Karena kalau panjang kasian perempuan dan kalau lebar kasian laki-laki. Sama saat memulai orasi pengukuhannya bertajuk "Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Berbasis Cita Hukum Pancasila." Prolog itu membuat isi gedung menjadi riuh. 

Puang Sugi memang jago dalam mencairkan suasana forum. Celotehnya beragam. Banyak pesan yang sering disampaikan lewat guyonan, begitupun saat berapi-api dalam menyampaikan pendapat dengan mengutip sejumlah judul buku dan penulisnya. Hal ini pula diakui oleh Rektor IAIN Bone Prof. Dr. H. Syahabuddin, M.Ag.

Bahkan, Prof. Dr. H. Syahabuddin, M.Ag memberi predikat kepadanya sebagai Professor Mabrur. Istilah ini cukup menyentak, karena baru dalam sebuah istilah. Namun demikian predikat ini bisa menjadi sebuah harapan bahwa seorang guru besar keberadaannya bisa diterima dengan baik. Selain diterima dengan baik oleh manusia juga diterima dengan baik oleh Allah SWT.

Walau istilah ini digunakan untuk seseorang yang naik Haji, namun harapan itu juga semestinya juga harus melekat pada para guru besar. Sebab kata mabrur berasal dari kata Arab al-birr (kebaikan). Mabrur berarti diterima dengan baik,mendapat kebaikan, atau menjadi baik.

Banyak pesan yang tersampaikan dengan santun. Seperti, Pemimpin harus didukung ketika benar dan harus diberi masukan ketika salah. Pesan yang sangat pancasilais. Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam lima silanya,  merupakan satu kesatuan utuh sebagai landasan filosofis, pandangan hidup bangsa, dan dasar negara Indonesia.

Selamat atas pengukuhan Guru besar Hukum Tata Negara Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone Prof. Dr. Andi Sugirman, S.H., M.H. Tetaplah menjadi "Sugi". Seorang sahabat yang saya kenal kurang lebih 20 tahun lalu. Terus tebarkan Kekayaan intelektual-ta dan menjadi Profesor yang Mabrur seperti harapan Rektor IAIN Bone. 

Oleh : Bahtiar Parenrengi

Komentar

Berita Terkini