BONETERKINI.COM - Kondisi jalan di wilayah Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, kian memprihatinkan. Ruas jalan yang berada di perbatasan Desa Barebbo dan Talungeng itu mengalami kerusakan cukup parah dan dikeluhkan masyarakat serta mahasiswa yang setiap hari melintas.
Kerusakan jalan berupa lubang-lubang di sejumlah titik semakin terasa dampaknya saat musim hujan. Genangan air yang menutupi permukaan jalan membuat pengendara kesulitan melihat kondisi jalan secara jelas sehingga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.
Selain membahayakan keselamatan pengguna jalan, kondisi tersebut juga menimbulkan ketidaknyamanan. Kendaraan yang melintas kerap terkena cipratan lumpur akibat genangan air, terutama bagi pengendara roda dua yang mendominasi penggunaan jalur tersebut.
Jalan rusak juga berdampak pada kelancaran arus lalu lintas. Banyak pengendara memilih memperlambat laju kendaraan untuk menghindari lubang yang tertutup air. Situasi ini sering menyebabkan antrean kendaraan dan kemacetan, khususnya pada jam-jam sibuk saat masyarakat berangkat bekerja maupun pelajar dan mahasiswa menuju sekolah serta kampus.
Salah seorang warga, BR (38), berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki ruas jalan tersebut.
Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini. Jalan yang layak bukan hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga membantu mahasiswa, pelajar, dan masyarakat agar dapat beraktivitas tepat waktu tanpa harus terhambat oleh kemacetan akibat jalan rusak," ujarnya.
Masyarakat menilai perbaikan jalan merupakan kebutuhan mendesak karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan mobilitas warga. Infrastruktur yang memadai dinilai dapat mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, serta pelayanan masyarakat di wilayah tersebut.
Warga berharap keluhan yang selama ini disampaikan dapat segera mendapat perhatian dari pemerintah terkait agar perbaikan jalan dapat direalisasikan. Dengan demikian, jalan di Barebbo dapat kembali aman, nyaman, dan layak digunakan oleh seluruh pengguna jalan.
Penulis : Resti Agusriana
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Muhammadiyah Bone.
