Melirik Home Industri Bakso Ikan Bandeng di Kelurahan Waetuwo

Ilustrasi Bakso Ikan
Watampone - Kepala Badan Perpustakaan, Arsip dan PDE Kabupaten Bone Drs.H.A.Pahrum Pawi,M.T.P. menerima Ketua Kelompok Home Indusri yang bergerak dalam usaha Pembuatan Bakso Bandeng di Kelurahan Waetuwo Kecamatan Tanete Riattang Timur, pada Rabu, (26/08/2015) .  Maksud kedatangan pengusaha industri rumah tangga tersebut  untuk meminta bantuan dan petunjuk kiranya usaha yang dilakukan ini dapat diekspos di website pemerintah kabupaten Bone sehingga dapat diketahui oleh masyarakat dan usaha yang dirintisnya dapat lebih berkembang.

" Home industri  yang dikelola Dewi Utami ini melibatkan ibu-ibu rumah tangga yang hingga saat ini menampung  7 orang tenaga kerja. Usaha  bakso yang terbuat dari ikan bandeng yang kami lakukan ini tidaklah sulit  karena ikan bandeng sebagai bahan dasarnya  dibudidayakan oleh siswa SUPM Bone  dan  sebagian tenaga kerja kami rekrut dari lepasan SUPM  serta ibu ibu rumah tangga warga setempat.   Jadi Bakso Bandeng ini merupakan salah satu  Kuliner produksi asli Kabupaten Bone, " ujarnya

Selama ini kami selalu diundang pihak Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi Sulawesi Selatan untuk membantu menyosialiasasikan cara pembuatan Bakso Bandeng dibeberapa kabupaten di Sulawesi Selatan, " Tapi saya heran di kampung saya  Bone tidak bisa berkembang, karena itu kami memohon dukungan pemerintah termasuk mempromosikan apa yang kami lakukan ini " harap Dewi Utami

" Home industri yang kami rintis ini terdiri atas aneka olahan ikan,selain pembuatan bakso ikan bandeng juga siomay ikan, nugget ikan, kaki naga ikan, rolade ikan, otak bakar, otak-otak goreng, bandeng cabut duri, dan bandeng pepes presto. Jadi kami mampu menghasilkan berbagai macam produk dengan bahan dasarnya ikan, " jelasnya optimis.

" Bakso yang terbuat dari daging ikan bandeng ini dijamin  tidak berbau amis saat direbus dengan kuah bakso nya dan bisa bertahan sampai 6 bulan jika disimpan di kulkas. Bahan baku bandeng yang memiliki banyak sekali duri, kami olah dengan seksama sehingga dalam bakso ini tidak ada satu duri pun yang ikut diolah. Untuk penyajian, sama seperti bakso pada umumnya yaitu direbus dengan kuah bakso. Namun dapat juga di goreng langsung sesuai selera, " jelas Dewi Utami, S.ST.Pi.

Kepala Badan Perpustakaan, Arsip dan PDE Kabupaten Bone H.A.Pahrum Pawi menyambut baik  dan mengapresiasi kegiatan usaha pembuatan Bakso Bandeng ini dan pihaknya siap membantu mengekspos. " Kegiatan produktif seperti ini harus kita dukung bersama-sama karena selain menghasilkan kuliner sebagai salah satu produk ciri khas Bone juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan  bagi masyarakat sekitarnya, dan hal tersebut sesuai harapan bapak Bupati Bone dalam mendorong masyarakat  memunculkan ide,  kreativitas, dan inovatif," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, A.Pahrum Pawi juga mengundang pihak RRI Bone dan mempertemukan kedua belah pihak untuk bisa menjalin kerja sama dalam bentuk wawancara langsung di studio RRI Bone dengan  ibu Dewi Utami sebagai ketua penggerak home industri. Sehingga apa yang dilakukan ibu-ibu rumah tangga di kelurahan Waetuwo ini dapat menjadi sugesti positif bagi warga Bone lainnya.

Dijelaskan, Daging ikan bandeng dipercaya dapat meningkatkan kesehatan otak anak, kenyal dan bergizi tinggi. Tidak semua orang bisa mengonsumsi bakso daging sapi. Peluang inilah yang kami mamfaatkan  untuk memulai bisnis  bakso ikan bandeng " . Untuk merebut pangsa pasar ia  berharap, bakso ikan bandeng nantinya mampu berkompetisi penjualan bakso sapi, " harapnya

Keunggulan bakso ikan bandeg dibandingkan bakso sapi adalah bisa dinikmati semua orang, dikarenakan kandungan gizi bandeng sangat bermanfaat bagi tubuh. Ikan Bandeng juga memiliki kandungan protein yang tinggi mencapai 20,38% sehingga baik sebagai sumber pemenuhan kebutuhan  protein tubuh.  Mamfaat yang didapat dengan mengonsumsi ikan Bandeng antara lain , Mencegah penyakit jantung koroner, Menurunkan kadar kolesterol darah, Meningkatkan daya tahan tubuh, Membantu pertumbuhan sistem sarat serta perkembangan otak, Mencegah penyakit karena kekurangan gizi mikro, dan Mengurangi resiko hipertensi.

Bakso merupakan makanan yang sudah tidak asing lagi bagi semua orang. Bakso digemari siapapun baik orang kaya ataupun masyarakat biasa. Bakso dapat dijumpai dari pedagang-pedagang dipinggir jalan hingga ke supermall. Bakso digemari dari anak-anak hingga orang tua. Jadi tidak salah bakso adalah salah satu makanan dengan sejuta umat. Dengan jumlah penggemar yang sedemikian besar maka tidak salah kalau bakso menawarkan peluang usaha yang menggiurkan.

Bakso dahulu hanya berbentuk bulatan daging saja, namun dewasa ini variasi bakso memang sangat beragam mengikuti selera konsumen. Bakso terkadang ditawarkan dengan berbagai variasi yang sangat beragam dari bakso sapi seperti biasa hingga bakso goreng, bakso bakar, bahkan yang lebih inovatif ditawarkan bakso dalam bentuk jelly atau bakso vegetarian.

Berbisnis makanan bakso terkadang diterpa isu-isu negatif seperti dicampur dengan hewan yang sesungguhnya bukan untuk konsumsi manusia. " Namun membangun image atau brand agar dipercaya konsumen sangatlah penting, supaya konsumen percaya dan dengan nyaman mengkonsumsi makanan bakso tanpa perasaan was-was. Maka tidaklah mengherankan terkadang banyak resto atau warung bakso yang yang menambahkan informasi tentang produk baksonya dengan jaminan halal, tanpa  pengawet, boraks atau terbuat dari bahan organik. " Dengan menambahkan info tersebut diharapkan kekhawatiran konsumen bahwa bakso yang dijual layak dan aman dikonsumsi sesuai dengan kaidah keyakinan ataupun kesehatan, " jelas Utami

Pada kesempatan itu selain Kepala Badan Perpustakaan Arsip dan PDE Drs H.A.Pahrum Pawi,M.T.P., dan pihak RRI Bone hadir pula Sekretaris BPA,PDE Bone Drs.Bahtiar, Kasubid Informasi Data dan Jaringan Komputer  Murslaim, S.Pd.M.Si. serta ibu Dewi Utami bersama rombongan. Bahkan disela-sela pertemuan Dewi Utami sempat membagikan Bakso Bandeng hasil karyanya itu. (Bone.go.id)
Diberdayakan oleh Blogger.