Air PDAM Tidak Mengalir, Warga Mengeluh

Ilustrasi (Int)
BONETERKINI.COM - Musim kemarau yang berkepanjangan bukan hanya berimbas kepada warga desa yang kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari, tetapi juga dirasakan oleh warga perkotaan yang selama ini menjadi konsumen Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Wae Manurung Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Seperti yang dialami oleh warga yang bermukim di Kompleks Perumahan BTN Macanang Indah Permai, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, sudah sebulan terakhir tidak menikmati air dari PDAM.

"Kondisi seperti ini, sudah sekitar sebulan. Padahal selama ini kami tetap rutin membayar tagihan air PDAM setiap bulan, sementara pelayanan yang kami dapatkan tidak sebanding," kata Diana, salah seorang ibu rumah tangga yang bermukim di Kompleks Perumahan itu, Kamis (1/10/2015).

Pantauan Boneterkini.com, untuk mencuci, masak, mandi serta kebutuhan lainnya, para warga terpaksa mengangkat air menggunakan jerigen dari sumur masjid yang ada di kompleks perumahan.

Selain Diana, warga lainnya yang ditemui bahkan mengancam untuk tidak mau  membayar tagihan air PDAM, jika persoalan ini tidak bisa teratasi.

"Jika masalah ini tidak bisa diatasi oleh pihak PDAM, kami tidak mau membayar tagihan. Kalau memang ini dampak kemarau, seharusnya pihak PDAM mengaliri pelanggan secara bergilir," ungkap salah warga yang enggan namanya dipublikasikan.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Kabupaten Bone, yang hendak ditemui tidak berada dikantornya. Namun salah seorang staf menyebutkan jika hal tersebut memang adalah dampak kemarau.

"Iya itu memang dampak kemarau. Bahkan bukan hanya di kompleks perumahan itu yang susah teraliri air, namun juga terjadi di beberapa perumahan lainnya," kata staf itu saat berbincang dengan Boneterkini.com, sambil meminta namanya tidak ditulis. (Yumul)
Diberdayakan oleh Blogger.