Sebelum Meninggal IRT Yang Tewas Gantung Diri Sempat Shalat Isya

Keterangan Foto : Jenasah korban saat berada dirumah duka

BONETERKINI.COM-WATAMPONE,-- Idawati IRT (35) yang tewas mengenaskan gantung diri dibawah kolom rumah tetangganya, sebelum meninggal dirinya sempat beribadah Shalat Isya dan dilanjutkan mengaji.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ayah Idawati, Muhammad Aras (55), Dia mengatakan dia sempat mengingatkan anaknya untuk beribadah ketika perasaannya lagi gelisah.

"Tadi malam itu saya memang nasihati dia, karena sering duduk termenung dengan tatapan kosong, saya bilang kalau fikiranmu kacau, kamu pergi shalat, kemudian dia pergi shalat Isya,"Kata Muhammad Aras saat diwawancarai dirumah duka Jumat, 23/3/2018.

Lebih lanjut Aras mengatakan, Dirinya memang mengetahui kegelisahan yang dirasakan oleh anaknya itu yang tak lain adalah adanya selisi paham dengan suaminya.

"Saya nasihati dia, kalau masih suka dengan suaminya pergilah bersamanya jangan tinggal dirumah, karena saya tidak bisa mendengarkan keributan,"Ucap Aras ke Anaknya

keterangan Foto : Ayah Korban (Muh. Aras) saat menunjukkan tempat anaknya gantung diri.
Sekedar diketahui hubungan Agus suaminya dengan dirinya memang sudah tak harmonis sejak 6 bulan terakhir, dan memilih pisah ranjang.

"Ida sering datang kerumah curhat, katanya dia sudah tak tahan dengan perlakuan suaminya, karena suaminya tukang cemburu, setiap laki laki yang dekat baik itu tukang ojek yang habis mengantar ida bepergian juga di cemburui oleh agus," Kata salah seorang tetangganya.

Karena merasa tertekan oleh sikap suaminya, maka Idawati rela mengorbankan nyawanya dan meninggalkan 5 orang anaknya.

Sebelumnya Idawati sempat meminta baik baik kepada suaminya untuk diceraikan oleh suaminya, agar dirinya bisa tenang, namun karena sang suami (agus) sangat mencintai istrinya, sehingga tidak mau menceraikannya.

"Walau 10 tahun kamu baru sadar dan membuka hati kembali untukku, Maka selama itu pula saya akan menunggumu," Percakapan terakhir Suaminya dengan Idawati.

Sekedar diketahui dari hasil olah TKP dan pemeriksaan medis Puskesmas Sibulue, aksi yang dilakukan korban tersebut murni bunuh diri karena tak ditemukannya luka luka kekerasan lainnya.

Saat ini jenasah korban sudah disemayamkan di tempat perkunuran islam yang tak jauh dari ruma korban, Isak tangis sang anakpun tak henti-hentinya mengalir saat melihat ibundanya diangkat ke kuburan. (ANG)

www.boneterkini.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.