Guru di Keroyok di Jambi, IPM Bone: Pendidikan Harus Menjadi Rumah untuk Merawat Moral dan Sikap

BONETERKINI.COM - Kasus kekerasan yang melibatkan seorang guru dan siswa di Jambi baru-baru ini menjadi perhatian serius berbagai kalangan, termasuk Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Bone. 

Menanggapi peristiwa tersebut, Sekretaris Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Bone, Muh. Khairul Nizam, menegaskan bahwa peristiwa ini seharusnya tidak semata-mata dilihat dari sudut pandang siapa yang benar dan siapa yang salah, melainkan sebagai cermin kondisi moral dan relasi dalam dunia pendidikan hari ini.

Menurutnya, sekolah pada hakikatnya adalah ruang pendidikan yang berfungsi sebagai rumah bersama bagi guru dan siswa. Rumah yang seharusnya menghadirkan rasa aman, menumbuhkan sikap saling menghormati, serta membentuk karakter dan kedewasaan emosional. 

Ketika kekerasan justru terjadi di dalam ruang pendidikan, maka yang patut dipertanyakan bukan hanya tindakan individu, tetapi juga sejauh mana nilai-nilai pendidikan karakter benar-benar dihidupkan dalam praktik sehari-hari.

“Pendidikan tidak boleh direduksi hanya sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan. Ia adalah ruang pembentukan moral, adab, dan sikap. Guru dan siswa sama-sama berada dalam ekosistem pendidikan yang harus dijaga dengan nilai kemanusiaan,” ujar Khairul Nizam. Ia menekankan bahwa konflik dalam proses belajar mengajar sejatinya adalah hal yang mungkin terjadi, namun penyelesaiannya harus ditempuh dengan cara yang beradab, dialogis, dan mendidik, bukan dengan kekerasan.

Lebih lanjut, IPM Bone memandang bahwa peristiwa ini menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari sekolah, orang tua, hingga pemerintah, untuk kembali menempatkan pendidikan karakter sebagai fondasi utama. Penegakan aturan dan sanksi memang penting, namun tidak akan cukup tanpa disertai upaya sistematis dalam menanamkan nilai saling menghargai, pengendalian emosi, serta etika dalam berinteraksi di lingkungan sekolah.

Khairul Nizam juga menegaskan bahwa pelajar bukanlah objek yang hanya dituntut patuh, tetapi subjek pendidikan yang perlu dibina kesadarannya tentang tanggung jawab, sikap, dan adab terhadap guru sebagai pendidik. Di sisi lain, guru juga perlu terus didukung agar mampu menjalankan peran pedagogis dengan pendekatan yang manusiawi dan penuh kebijaksanaan.

“IPM meyakini bahwa pendidikan yang sehat adalah pendidikan yang memanusiakan manusia. Sekolah harus tetap menjadi tempat tumbuhnya nilai-nilai moral, bukan ruang yang melahirkan ketakutan atau kekerasan,” tegasnya. Ia berharap peristiwa di Jambi dapat menjadi pelajaran kolektif agar dunia pendidikan kembali pada ruh utamanya, yakni mencetak generasi berilmu, berakhlak, dan berkeadaban.

Komentar

Berita Terkini