Sebulan Setelah Dilaporkan ke Kejati Sulsel, Kondisi Islamic Center Wajo Belum Berubah

BONETERKINI.COM, WAJO - Dugaan kegagalan konstruksi pada proyek pembangunan Islamic Center Kabupaten Wajo kembali menjadi sorotan publik. Meski sebelumnya telah dilaporkan dan diprotes melalui aksi demonstrasi di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan pada 15 April 2026 lalu, hingga kini sejumlah persoalan infrastruktur di kawasan tersebut dinilai belum mendapatkan pembenahan serius.

Liga Mahasiswa dan Pemuda Wajo menilai kondisi tersebut menunjukkan lemahnya respons terhadap berbagai temuan yang sebelumnya telah disampaikan kepada aparat penegak hukum maupun pihak terkait.

Ketua Liga Mahasiswa dan Pemuda Wajo, Tri Wahyu Wiranda, mengungkapkan bahwa hasil pemantauan terbaru di lokasi menunjukkan berbagai kerusakan dan ketidaksempurnaan pembangunan masih tetap dibiarkan.

“Fakta di lapangan menunjukkan belum ada perubahan signifikan. Beberapa titik yang sebelumnya kami soroti masih dalam kondisi yang sama dan belum ditangani secara serius,” ujarnya.

Adapun sejumlah persoalan yang hingga kini masih ditemukan di area Islamic Center Kabupaten Wajo, antara lain:

• Sistem irigasi dan drainase yang belum dibangun secara memadai

• Plasteran gerbang pintu masuk yang masih tampak tidak rapi dan belum diselesaikan

• Lapisan aspal yang retak serta ditumbuhi rumput liar

• Model replika payung pelataran Madinah yang dinilai tidak fungsional dan tidak mencerminkan kualitas fasilitas publik yang layak

Menurut Tri Wahyu, kondisi tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa proyek pembangunan Islamic Center tidak dikerjakan secara maksimal sesuai standar kualitas konstruksi.

“Kami mempertanyakan bagaimana proyek sebesar ini bisa tetap dibiarkan dalam kondisi seperti sekarang. Ini bukan hanya soal estetika, tetapi menyangkut kualitas pembangunan dan tanggung jawab terhadap penggunaan anggaran publik,” tegasnya.

Ia juga menyebut bahwa hingga saat ini masyarakat masih menunggu langkah konkret dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan untuk melakukan evaluasi maupun penindakan terhadap dugaan permasalahan tersebut.

Sebelumnya, Liga Mahasiswa dan Pemuda Wajo telah menyerahkan naskah akademik beserta dokumentasi temuan lapangan kepada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan sebagai bentuk dorongan agar dilakukan penyelidikan mendalam terhadap dugaan kegagalan konstruksi proyek tersebut.

Pihaknya menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan dan tindakan nyata terhadap berbagai temuan yang dianggap merugikan kepentingan publik.

“Islamic Center seharusnya menjadi simbol kemajuan daerah, bukan justru menjadi contoh buruk kualitas pembangunan. Karena itu kami akan terus mengawal persoalan ini sampai tuntas,” tutupnya.

Komentar

Berita Terkini