Oleh : Sujitno Ngadino (Ketua BEM Uncapi)
BONETERKINI.COM - Menjadi mahasiswa adalah sebuah kebanggaan. Di balik jaket almamater yang kita kenakan, ada harapan orang tua, doa keluarga, dan cita-cita besar untuk masa depan. Namun, pertanyaannya sederhana : apakah kita hanya ingin dikenal sebagai mahasiswa, atau sebagai mahasiswa yang benar-benar bermanfaat?
Di ruang-ruang kelas, kita belajar teori. Kita berdiskusi tentang konsep, kebijakan, dan perubahan sosial. Namun kehidupan yang sesungguhnya seringkali berada di luar pagar kampus. Di desa-desa, di lorong-lorong kecil, di sekolah-sekolah sederhana, masih banyak yang membutuhkan sentuhan kecil dari mereka yang berilmu.
Mahasiswa sejatinya bukan sekadar pencari nilai, melainkan pembawa nilai. Bukan hanya mengejar IPK tinggi, tetapi juga meninggalkan jejak kebaikan di tengah masyarakat. Karena ilmu tanpa pengabdian hanyalah angka di atas kertas.
Saat turun ke lapangan entah melalui KKN, kegiatan sosial, atau pengabdian lainnya kita belajar bahwa kebermanfaatan tidak selalu tentang hal besar. Kadang ia hadir dalam bentuk sederhana: membantu administrasi desa yang berantakan menjadi rapi, mengajar anak-anak yang haus pengetahuan, atau sekadar mendengar keluhan warga dengan empati.
Menjadi mahasiswa yang bermanfaat berarti mau peka. Peka melihat kebutuhan sekitar, peka terhadap persoalan bangsa, dan peka terhadap tanggung jawab moral sebagai insan terdidik. Sebab pendidikan bukan hanya hak istimewa, tetapi juga amanah.
Di tengah arus zaman yang serba instan dan individualistis, mahasiswa ditantang untuk tetap menjadi agen perubahan. Bukan perubahan yang hanya ramai di media sosial, tetapi perubahan yang nyata dan terasa. Perubahan yang mungkin tidak viral, namun berdampak.
Suatu hari nanti, gelar akan tersemat di belakang nama. Tapi yang akan benar-benar dikenang bukanlah panjangnya titel, melainkan seberapa besar manfaat yang telah kita berikan. Masyarakat mungkin lupa berapa nilai kita saat kuliah, tetapi mereka tidak akan lupa siapa yang pernah membantu saat mereka membutuhkan.
Maka, mari bertanya pada diri sendiri : sudahkah kita menjadi mahasiswa yang bermanfaat?
Karena pada akhirnya, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Dan mahasiswa, dengan segala kesempatan yang dimilikinya, punya ruang yang luas untuk membuktikan hal itu.
