BONETERKINI.COM - Hari-hari ini banyak sekali tulisan dan komentar, bahkan seolah ancaman, akan terjadinya kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal itu mulai dirasakan oleh masyarakat di berbagai kabupaten kota di Indonesia. Mereka yang akan kembali setelah mudik lebaran di kampung mengalami hal ini.
Dimana-mana terlihat antrian panjang di sejumlah Pom Bensin. Berbagai macam kendaran terutama truk besar mengantri sampai puluhan meter dari pintu Pom untuk mendapatkan beberapa liter BBM.
Ada beberapa hal yang menyebabkan hal ini terjadi, antara lain tidak lancarnya rantai pemasok BBM akibat terjadinya kemacetan kontraktual dan pembelian pemerintah dari trader yaitu Singapura dan Malaysia. Kedua negara ini, terutama Singapure meski tidak memiliki tambang minyak, namun memilki kilang untuk merubah minyak mentah ke minyak siappakai, dan diekspor ke beberapa negara, termasuk Indonesia.
Persoalannya saat ini, negara trader itu juga kesulitan mendapatkan bahan baku, akibat terjadinya perang di Timur Tengah setelah Israel dan Amerika menyerang Iran, dan Iran kemudian membalas menyerang negara-negara Arab penghasil minyak yang dianggap sekutu Amerika, karena adanya pangkalan militer dan depot senjata Amerika di negara Arab itu.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI yang mengurus SDA bahkan menyebut bahwa cadangan BBM Indonesia hanya cukup untuk 20 hari. Sesudahnya akan terjadi kelangkan terhadap energi yang tak terbarukan itu.
Implikasi dari proyeksi kelangkaan BBM ini, pemerintah RI merencanakan akan menerapkan skema bekerja darimana saja atau WFA (work from anywhere) bagi pegawai khususnya PNS. Pemerintah akan memperlakukan kebijaksanaan satu hari bekerja. Bahkan melalui kebijaksanaan 4 hari kerja akan menghemat seperlima total konsumsi BBM Nasional, ujar menteri keuangan yang akhir-akhir ini sudah tidak nampak cengengesan.
Lebih jauh impak kelangkaan BBM ini juga menyentuh pendidikan kita, pemerintah akan menerapkan skema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar daring on line. Semuanya dalam rangka penghematan bahan bakar minyak dimaksud. Pelajaran berharga dari PJJ di era Covid19, murid-murid kita menjadi loss learning. Sebuah kondisi penurunan pengetahuan dan ketrampilan siswa secara akademis, baik secara umum maupun spesifik, akibat jedah panjang atau gangguan dalam proses pembelajaran.
Nampaknya, bukan saja masyarakat yang panik, tapi pemerintah juga tidak kalah panik, Presiden Prabowo membeberkan rencana besar semua kendaraan di Tanah Air yang berbahan bakar bensin akan dikonversi menjadi tenaga listrik. Semua motor di Indonesia akan dikonversi menjadi motor listrik, termasuk traktor yang digunakan mengolah sawah. Ditambahkan oleh pak Presiden bahwa orang-orang kaya yang memiliki lamboghini dan ferari silahkan pakai bensin yang harganya berbayar US $ 200-an.
Hari-hari ke depan, nampaknya keadaan Bangsa kita tidak semakin bagus. Diperlukan "keprihatinan" yang berlebih daripada sekadar sabar menghadapi gejolak ekonomi dunia yang semakin tidak jelas.
Apalagi nanti, kami setelah selesai jadi anggota DPR RI, tidak punya pekerjaan, dan selama menjadi DPR RI tidak pinter main proyek, padahal sudah terbiasa hidup makmur. Dan lebih sialan lagi hak pensiun anggota legislatif sudah dibrangus oleh hakim-hakim MK. Sempurna.
