BONETERKINI.COM - Fakultas Syariah dan Hukum Islam IAIN Bone menyelenggarakan Seminar Nasional Kewirausahaan di Aula Utama IAIN Bone, Kamis (16/4). Kegiatan ini mengangkat tema “Mencetak Entrepreneur Muslim Berintegritas: Kolaborasi Nilai Keislaman, Inovasi, dan Kepemimpinan” yang diikuti oleh 368 peserta.
Mewakili Rektor IAIN Bone, Kepala Biro AUAK Dr. H. Muhammad Yunus, S.Ag., M.Ag menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Turut hadir memberi sambutan Wakil Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Islam, Drs. H. Ruslan DMT, M.Ag, bersama civitas akademika lainnya.
Seminar ini menghadirkan narasumber nasional, H. Faisal Ibrahim Surur, Lc., M.Si, seorang praktisi dan pemimpin di bidang haji dan umrah yang telah berpengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga merupakan Direktur Utama PT. Saudi Patria Wisata serta aktif dalam berbagai organisasi nasional.
Dalam pemaparannya, Faisal menekankan pentingnya membangun kekuatan ekonomi umat sebagai bagian dari upaya menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas. Menurutnya, dalam perspektif Islam, kekuatan ekonomi menjadi sarana strategis untuk memperluas kontribusi sosial.
“Dalam Islam, kita harus kuat, termasuk secara ekonomi, agar bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kesuksesan tidak semata ditentukan oleh kecerdasan, melainkan oleh kedisiplinan dan karakter yang kuat.
“Tidak mengapa kalah pintar, tapi harus punya kedisiplinan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Faisal menekankan bahwa kepercayaan merupakan fondasi utama dalam dunia usaha.
“Tidak mengapa kalah modal, selama unggul dalam konsistensi, kejujuran, dan amanah. Karena kepercayaan adalah modal yang tak ternilai,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan sejumlah prinsip dasar kewirausahaan, di antaranya disiplin sebagai ciri utama orang sukses, pentingnya menjaga sholat, kejujuran, amanah, integritas, dan loyalitas. Ia juga menegaskan bahwa pengalaman merupakan guru terbaik dalam membentuk ketangguhan seorang entrepreneur.
Selain itu, Faisal menguraikan konsep networking value sebagai kekuatan dalam membangun relasi bisnis, serta empat tahapan kehidupan, yakni survive, secure, success, dan significant, di mana tahap tertinggi adalah ketika seseorang mampu memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Mengutip pandangan Jack Ma, ia menjelaskan pentingnya proses bertahap dalam membangun kesuksesan, mulai dari belajar, membangun usaha, hingga berbagi pengalaman dan manfaat kepada sesama.
Dalam sesi yang berlangsung hangat dan inspiratif, Faisal juga berbagi kisah masa kecilnya di Pompanuа, Bone. Ia tumbuh dalam lingkungan sederhana yang dekat dengan masjid, madrasah, dan sekolah, serta sejak kecil telah terbiasa bekerja keras dengan mengantar es lilin ke sekolah-sekolah dan toko kelontong.
Kisah tersebut menjadi refleksi bahwa keberhasilan tidak lahir dari kemudahan, melainkan dari proses panjang, ketekunan, dan kerja keras yang konsisten.
Seminar ini diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas, serta mampu menjadi entrepreneur muslim yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat dan bangsa.
