Peredaran Narkoba di Bone Diduga Lewat Bandara

Ilustrasi (Int/google)
BONETERKINI.com - Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba saat ini sudah menjadi persoalan serius yang hampir melanda seluruh wilayah di Indonesia. Bahkan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, penyalahgunaan narkoba kini telah mencapai tahapan yang sangat mengkhawatirkan. Bahkan Kabupaten Bone sudah dinyatakan dalam kategori darurat narkoba. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Watampone, M Natsir Hamsah, saat pemusnahan barang bukti narkoba di Kejaksaan, beberapa waktu lalu.

Penegasan tersebut bukanlah tanpa sebab. Pasalnya, sepanjang tahun 2015 ini, sudah ada 50 lebih kasus narkoba yang sudah masuk ke ranah hukum. Bahkan gembong narkoba yang masuk sindikat antar negara, yang dibekuk oleh Polres Bone baru-baru ini, bertetangga dengan Kajari Watampone.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Boneterkini.com, peredaran narkoba di Kabupaten Bone, diduga melalui jalur udara, yakni di Bandar Udara (Bandara) Mappalo Ulaweng Bone.

Dugaan diperkuat lantaran di Bandara tersebut, tidak adanya pengamanan dari aparat kepolisian. Bahkan pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak Bandara kepada penumpang dan calon penumpang, masih secara manual dengan menggunakan alat Handheld Metal Detector, yang mana alat tersebut tidak bisa mendeteksi narkoba.

Namun pihak Bandara Mappalo Ulaweng, membantah hal itu karena menurut mereka pemeriksaan ketat tetap dilakukan sebelum para penumpang dan calon penumpang memasuki ruang tunggu. "Jadi kami tetap melakukan pemeriksaan kepada mereka (penumpang) dengan alat Handheld Metal Detector. Bukan cuma orangnya saja diperiksa, tapi kami juga tetap periksa barang bawaan penumpang," kata Zainuddin, KTU Bandara Mappalo Ulaweng, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat 2 Oktober 2015.

Zainuddin menambahkan, guna meningkatkan pemeriksaan, saat ini pihak Bandara Mappalo Ulaweng sementara dalam proses pengadaan alat deteksi X-Ray. (Tim)

Diberdayakan oleh Blogger.