Catatan RaPur: Andi Muawiyah Ramly (Amure)
BONETERKINI.COM - Hari ini saya ke Senayan mengikuti Rapat Paripurna DPR RI ke-25, Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025- 2026 di Gedung Nusantara II Lantai III DPR RI.
Acara tunggal Rapat Paripurna adalah Pokok-Pokok Tanggapan Pemerintah terhadap tanggapan Fraksi DPR RI. Juru bicara Fraksi PKB pada Rapur sebelumnya, tanggal 7 Juli 2026 adalah Sahabat Indrajaya, SE dari Dapil Papua Selatan.
Tanggapan Pemerintah disampaikan oleh Bapak Purbaya Sadewa Menteri Keuangan RI, mengucapkan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya, atas tanggapan dari Fraksi-PDIP, P.Golkar, P.Gerindra, P.Nasdem, PKB, PKS, PAN, dan P. Demokrat.
Sebelum Ibu Pimpinan Rapur persilahkan Pak Menteri Keuangan RI menyampaikan jawaban pemerintah, lebih dahulu disampaikan bahwa berita yang beredar di medsos, dan membulli anggota DPR RI yang disebut menolak atau menghentikan pembahasan RUU tentang Perampasan Aset Terkait Tindak Pidana adalah tidak benar. Justru pembahasan RUU itu menjadi sangat intensif dilakukan di Komisi III DPR RI saat ini.
Selanjutnya, Purbaya Sadewa yang nampak lemas menyampaikan bahwa stabilitas ekonomi tetap terjaga di tengah berbagai tantangan selama tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,11%. Capaian ini mencerminkan efektifitas bauran kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga, menjaga pasokan, dan kelancaran distribusi, serta koordinasi erat dengan otoritas monoter dan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.
Jawaban Menteri Keuangan RI yang saat ini wajahnya nampak tidak seceria saat awal dilantik menggantikan Mbak Sri Mulyani menyebutkan, bahwa Kinerja APBN 2025 sangat baik di tengah gejolak global, strategi pembiyaan yang prudent dan terkendali, menghasilkan stimulus ekonomi sepanjang tahun 2025 untuk memperkuat dampak kebijakan fiskal bagi masyarakat.
Dia mencontohkan bahwa sepanjang tahun 2025 telah disalurkan dana Rp110,7 Teriliun sebagai stimulus ekonomi untuk menjaga daya beli, mendorong konsumsi domestik, serta memperkuat sektor riel.
Hanya sesekali pidato menteri keuangan mendapat aplaus dari Anggota. Mungkin, capaian ekonomi yang disampaikan oleh Pak Sadewa tidak seperti yang dilihat, dirasakan anggota saat reses di dapil. Ini opini saya saja.
Ibu Ir. Hj. Sari Yuliati, M.T. (F-P.Golkar) Wakil Ketua DPR RI yang memimpin Rapur menutup agenda tunggal Rapur. Aku akan usul kalau Rapur dibuka dengan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, maka sebelum anggota berlarian keluar, sebaiknya rapur ditutup dengan lagu Padamu Negeri.