Kegiatan yang digelar Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar bekerja sama dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Bone itu bertujuan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga kerja konstruksi guna mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bone.
Dalam sambutannya, Andi Asman meminta seluruh peserta mengikuti pembekalan dan uji sertifikasi secara serius agar mampu menghasilkan tenaga konstruksi yang kompeten dan profesional.
"Setelah mendapatkan sertifikasi, kami harapkan bapak dan ibu dapat bekerja secara profesional. Hasil pekerjaan yang kita lakukan harus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat," ujar Andi Asman.
Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Bone karena dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, alokasi anggaran pembangunan jalan yang sebelumnya hanya sekitar Rp6,5 miliar kini meningkat menjadi lebih dari Rp80 miliar pada tahap parsial pertama.
Tidak hanya jalan, pembangunan juga difokuskan pada sektor irigasi pertanian, ketahanan pangan, perikanan, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi Bone meningkat dari 5,4 persen menjadi 7,8 persen. Inilah yang kita harapkan, pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat," katanya.
Andi Asman juga mengungkapkan, bersama Wakil Bupati Bone, pemerintah daerah menargetkan pembangunan jalan sepanjang 100 kilometer setiap tahun. Namun realisasi di lapangan disebut telah melampaui target dengan penanganan jalan mencapai lebih dari 300 kilometer.
Atas capaian tersebut, Kabupaten Bone memperoleh penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebagai daerah dengan penanganan jalan terpanjang di Sulawesi Selatan.
Di kawasan perkotaan, kata dia, pemerintah terus melakukan pembenahan infrastruktur. Setelah menyelesaikan sejumlah proyek senilai sekitar Rp48 miliar, tahun ini kembali dialokasikan anggaran lebih dari Rp30 miliar untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur kota.
"Bone terus bergerak. Di wilayah perkotaan kita benahi agar aktivitas masyarakat dan usaha berjalan lancar. Sementara di desa-desa, perbaikan infrastruktur dilakukan secara bertahap, terutama pada ruas-ruas yang menjadi jalur utama masyarakat," jelasnya.
Meski demikian, Andi Asman mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama penanganan jalan sepanjang lebih dari 400 kilometer yang masih membutuhkan perbaikan.
Melalui kegiatan sertifikasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bone berharap kualitas tenaga kerja konstruksi lokal semakin meningkat sehingga mampu mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan di Kabupaten Bone.