BONETERKINI.COM - Ada banyak alasan untuk percaya bahwa Cempalagi bisa menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bone. Bukan hanya karena panorama alamnya, tetapi juga karena kawasan ini menyimpan jejak sejarah yang berkaitan erat dengan perjalanan Kerajaan Bone.
Foto suasana sore di sekitar Mushola Kis Firdaus, tepat di depan mulut Goa Jodoh, barangkali menjadi gambaran kecil tentang potensi yang dimiliki Cempalagi. Ketika cahaya lampu mulai menyala, tenda-tenda berdiri, dan suasana alam mulai berubah menjadi lebih tenang, kawasan ini terlihat memiliki daya tarik tersendiri.
Cempalagi merupakan sebuah dusun di Desa Mallari, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone. Kawasan ini memiliki catatan historis yang penting bagi perjalanan daerah, khususnya terkait sejarah Kerajaan Bone yang kemudian menjadi bagian dari identitas Kabupaten Bone hari ini.
Namun, sejarah bukan satu-satunya kekuatan Cempalagi.
Di tempat ini, wisatawan dapat menemukan perpaduan antara wisata bahari, sejarah dan budaya. Saat air laut surut, hamparan pasir putih menjadi salah satu pemandangan yang menarik. Di sisi lain, terdapat sejumlah situs yang menyimpan cerita masa lalu.
Ada Gua Janci yang dalam kisah sejarah lokal diyakini berkaitan dengan janji Arung Palakka untuk melakukan perlawanan dan memenangkan perang terhadap Kerajaan Gowa.
Kemudian ada Assingkerukeng, yang menjadi bagian dari narasi sejarah tentang komitmen perjuangan untuk membebaskan rakyat dari kekuasaan kerajaan lain.
Ada pula Attudukengnge, yang dipercaya sebagai tempat atau pijakan Arung Palakka dan hingga kini masih menjadi bagian dari daya tarik sejarah kawasan tersebut.
Yang tidak kalah menarik adalah keberadaan Sumur Jodoh di dalam gua. Berbagai cerita yang melekat pada tempat ini justru menjadi modal penting untuk mengembangkan wisata berbasis sejarah dan budaya.
Persoalannya, potensi sebesar itu belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kondisi di lapangan.
Akses menuju sejumlah titik wisata masih menjadi pekerjaan rumah. Jalan yang menghubungkan satu objek dengan objek lainnya belum sepenuhnya memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Kondisi tersebut tentu dapat memengaruhi minat wisatawan untuk datang dan menikmati seluruh kawasan Cempalagi.
Di sinilah pentingnya melihat Cempalagi bukan sekadar sebagai objek wisata, tetapi sebagai sebuah kawasan yang memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat sekaligus sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Jika dikelola secara serius, Cempalagi bisa dikembangkan menjadi kawasan wisata terpadu. Wisatawan tidak hanya datang, melihat pemandangan, lalu pulang. Mereka bisa menghabiskan waktu lebih lama dengan menikmati wisata alam, mengunjungi situs sejarah, berkemah, menikmati kuliner lokal, hingga membeli produk masyarakat sekitar.
Foto sederhana tentang tenda dan kursi kayu di depan Mushola Kis Firdaus sebenarnya menunjukkan satu kemungkinan kecil : bagaimana suasana Cempalagi dapat dikembangkan menjadi tempat rekreasi yang nyaman tanpa harus kehilangan karakter alamnya.
Tentu pengembangan itu membutuhkan perencanaan. Infrastruktur harus dibenahi, kebersihan dijaga, fasilitas dasar diperkuat, informasi sejarah diperjelas, serta masyarakat sekitar dilibatkan.
Yang tak kalah penting adalah promosi.
Cempalagi memiliki cerita. Dan destinasi wisata yang memiliki cerita biasanya memiliki kekuatan untuk membuat orang datang.
Pemerintah daerah melalui dinas terkait perlu memikirkan kembali bagaimana mengemas potensi ini agar lebih menarik, tanpa menghilangkan nilai sejarah dan budaya yang ada.
Sebab, membangun pariwisata tidak semata-mata membangun tempat untuk berfoto.
Lebih dari itu, pariwisata adalah bagaimana sebuah daerah mampu menghidupkan sejarahnya, menjaga alamnya, membuka ruang ekonomi bagi masyarakat, dan pada akhirnya memberikan kontribusi bagi daerah.
Cempalagi sudah memiliki modal itu
Yang dibutuhkan sekarang adalah perhatian, pengelolaan yang berkelanjutan, akses yang lebih baik dan keberanian untuk menjadikannya sebagai salah satu destinasi unggulan Bone.
Jika potensi tersebut dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin Cempalagi bukan hanya indah untuk dikunjungi, tetapi juga mampu memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat dan menambah PAD Kabupaten Bone.