BONETERKINI.COM,BONE — Kebakaran melanda sebuah rumah panggung milik Ruslan (45), warga Dusun 3, Desa Awolagading, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Jumat (21/8/2026).
Kebakaran tersebut menghanguskan bagian dapur rumah panggung milik korban. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bone menerima laporan kejadian. Personel Regu 2 UPT Damkar Wilayah Ajangale Posko Sektor Tellu Siattinge langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan satu unit armada penyiram.
Dalam penanganan tersebut, turut dikerahkan satu unit armada penyiram dari Posko Emergency Center dan satu unit armada penyiram dari Mako Induk Damkarmat. Tim juga mengerahkan satu unit ambulans dari PSC Emergency Center.
Petugas Damkar bersama Babinsa TNI dan Bhabinkamtibmas Polsek Awangpone berjibaku melakukan pemadaman untuk mencegah api merambat ke rumah warga di sekitar lokasi.
Kabid Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bone, Ir. Akbar, bersama Kabid PP Baharuddin, SE., yang berada langsung di lokasi kejadian, mengatakan kesigapan petugas berhasil menguasai api dengan cepat.
“Dengan kesigapan petugas Damkar yang mengerahkan tiga unit armada, api berhasil dipadamkan setelah petugas tiba di lokasi. Hal ini mencegah api merambat ke rumah warga lainnya,” jelas Ir. Akbar.
Setelah kobaran api berhasil dikuasai, petugas melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi kembali memicu kebakaran.
Dalam proses penanganan, seorang petugas Damkar, Destian SN (31), anggota Peleton 2 Mako Induk Damkar dan Penyelamatan (P3K Paruh Waktu), mengalami luka pada bagian leher akibat terkena kabel telanjang.
Destian mendapatkan pertolongan medis awal dari tim PSC Emergency Center yang berada di lokasi. Selanjutnya, ia dibawa ke Puskesmas Paccing untuk mendapatkan perawatan. Setelah menjalani perawatan, Destian diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan.
Kerugian materi akibat kebakaran sementara ditaksir sekitar Rp15 juta.
Berkat sinergi dan kerja sama seluruh unsur yang terlibat, proses pemadaman berlangsung cepat sehingga api tidak merambat ke rumah warga di sekitarnya.
Api dinyatakan padam dan situasi aman setelah proses pemadaman serta pendinginan selesai dilakukan. Personel Damkar kemudian meninggalkan lokasi.
Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara itu, pendataan kerugian materi secara keseluruhan masih dilakukan.
Ir. Akbar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bahaya kebakaran.
Masyarakat diingatkan memastikan kompor dalam keadaan mati serta mencabut atau mematikan peralatan elektronik sebelum meninggalkan rumah. Selain itu, anak-anak tidak boleh dibiarkan bermain api, penggunaan stop kontak secara bertumpuk harus dihindari, serta masyarakat diimbau tidak membakar sampah di sekitar rumah maupun lahan kosong.
“Jangan membuang puntung rokok sembarangan dan lakukan pemeriksaan instalasi listrik rumah secara berkala. Jika memungkinkan, setiap rumah juga memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) minimal 3 kilogram sebagai langkah awal dalam mengantisipasi kebakaran,” imbaunya.(*)
