BONETERKINI.COM, Makassar - Sujitno Ngadino, Ketua Makassar Peduli, menegaskan akan mengakhiri masa kepemimpinannya di organisasi sosial tersebut. Keputusan ini disampaikan di tengah dorongan kuat dari sejumlah pengurus yang berharap ia bersedia melanjutkan kepemimpinan hingga dua periode.
Selama menjabat, Sujitno dikenal sebagai sosok yang aktif, sederhana, dan konsisten menggerakkan kegiatan sosial kemanusiaan. Di bawah kepemimpinannya, Makassar Peduli tumbuh menjadi wadah kepedulian yang responsif terhadap berbagai persoalan sosial, mulai dari bantuan kemanusiaan, aksi solidaritas, hingga pendampingan masyarakat kurang mampu.
Sejumlah pengurus Makassar Peduli menyampaikan bahwa Sujitno masih sangat layak memimpin. Mereka menilai pengalaman, jejaring, serta kepemimpinan Sujitno masih dibutuhkan untuk menjaga kesinambungan program dan semangat kebersamaan di tubuh organisasi.
“Banyak dari kami berharap beliau bisa lanjut dua periode. Figur Sujitno masih sangat dibutuhkan,” ungkap salah satu pengurus.
Namun demikian, Sujitno secara tegas menyampaikan sikapnya. Ia menyatakan tidak lagi sanggup melanjutkan amanah sebagai ketua, salah satunya karena faktor domisili.
“Saya tidak sanggup lagi menjadi ketua. Saat ini saya sudah berdomisili di Bone. Organisasi ini membutuhkan pemimpin yang bisa hadir langsung, dekat dengan aktivitas dan pengurus,” ujar Sujitno.
Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan karena menurunnya komitmen, melainkan bentuk tanggung jawab agar roda organisasi tetap berjalan optimal di bawah kepemimpinan yang lebih dekat secara geografis dan operasional.
Keputusan Sujitno mendapat beragam tanggapan dari masyarakat dan relawan. Banyak yang menyayangkan pengunduran dirinya, namun tidak sedikit pula yang menghormati sikapnya sebagai langkah dewasa dan bijak.
“Sujitno itu sosok pemimpin yang rendah hati. Kalau beliau memilih mundur demi kebaikan organisasi, itu patut dihargai,” kata seorang pengurus Makassar Peduli.
Meski tidak lagi menjabat sebagai ketua, Sujitno berharap Makassar Peduli tetap konsisten menjalankan visi kemanusiaan dan kepedulian sosial. Ia juga menyatakan siap mendukung dari kejauhan jika dibutuhkan.
Pengurus Makassar Peduli kini bersiap melakukan konsolidasi internal untuk menentukan kepemimpinan selanjutnya, dengan harapan semangat kepedulian yang telah dibangun dapat terus berlanjut dan berkembang.
